Indonesia tengah merencanakan pembangunan dua kawasan logistik berikat, yang akan berlokasi di Cikarang, Jawa Barat dan Merak, Banten, seiring dengan target negara ini untuk memiliki kawasan logistik terbesar di Asia Tenggara. Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Indonesia telah berusaha membangkitkan industri manufakturnya yang telah terkena dampak krisis ekonomi 1998. Hingga saat ini, pemerintah telah melakukan finalisasi prosedur hukum untuk pembangunan kedua kawasan berikat tersebut, demikian menurut Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro.
Kawasan logistik berikat di Merak diharapkan memberikan layanan fasilitas penyimpanan bagi logistik BBM, sementara yang berlokasi di Cikarang akan mendukung industri manufaktur yang terkait dengan logistik, termasuk penyimpanan barang intermediet yang diimpor dari luar negeri. Perusahaan yang beroperasi di wilayah logistik berikat dapat menikmati sejumlah insentif termasuk pembebasan bea impor dan pembebasan dari pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan untuk produk intermediet yang diimpor.
Oleh karena itu, pemerintah telah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 32/2009 tentang wilayah pergudangan berikat, yang memungkinkan suatu area dijadikan pusat logistik bagi berbagai produk dan material. Dengan adanya kawasan logistick baru ini, diharapkan akan meningkatkan daya saing Indonesia. Indonesia akan mampu bersaing dengan kompetitor di sekitarnya seperti Singapura yang selama ini telah menjadi pusat logistik utama di kawasan Asia Tenggara.
Read the Indonesia Supplement in the December issue of the International Plastics News for Asia.
Air Jordan XVIII 18

iConnectHub
Login/Register
Supplier Login
















